Udara Malang yang sejuk membuat minuman khas Malang terasa pas, baik yang hangat untuk malam hari maupun yang dingin untuk siang yang terik. Masalahnya, wisatawan sering hanya tahu namanya tanpa tahu harus membeli di mana. Daftar berikut memuat tujuh minuman, warung yang sudah puluhan tahun menjualnya, dan jam terbaik untuk datang.
Sebagian besar warung di bawah ini berada di tengah kota, jadi mudah diselipkan di sela jadwal paket wisata Malang atau perjalanan mandiri Anda.
Minuman Khas Malang Apa Saja yang Wajib Dicoba?
Minuman khas Malang yang paling sering direkomendasikan adalah angsle, wedang ronde, STMJ, tahwa, Es Tawon, es krim Toko Oen, dan susu segar Batu. Empat yang pertama disajikan hangat dan paling nikmat malam hari, sedangkan tiga sisanya lebih cocok dinikmati siang.
| Minuman | Disajikan | Waktu terbaik | Warung yang dikenal |
|---|---|---|---|
| Angsle | Hangat | Malam | Ronde Titoni, Ronde Akor, Pak Solikin |
| Wedang ronde | Hangat | Malam | Ronde Titoni, Pak Solikin |
| STMJ | Hangat | Malam | STMJ Pak Sentot |
| Tahwa | Hangat | Siang sampai malam | Tahwa Mas Agus |
| Es Tawon | Dingin | Pagi sampai sore | Es Tawon Kidul Dalem |
| Es krim | Dingin | Siang | Toko Oen |
| Susu segar | Hangat atau dingin | Pagi sampai malam | Depot Susu KUD Ganesha, Batu |
Harga di bawah berasal dari liputan media lokal pada tahun yang dicantumkan, jadi anggap sebagai kisaran karena harga warung bisa naik sewaktu-waktu.
1. Angsle, Minuman Khas Malang Berkuah Santan
Angsle adalah minuman hangat berkuah santan beraroma pandan dan vanili, berisi putu mayang (petulo), kacang hijau, ketan putih, mutiara, dan potongan roti tawar. Indonesia Kaya menyebutnya minuman asli Kota Malang yang sudah dikenal warga sejak lama.
Tempat membeli angsle yang sudah puluhan tahun berjualan:
- Ronde Titoni, Jalan Zainul Arifin, tak jauh dari Alun-Alun Kota Malang. Menurut Kompas, warung ini berdiri sejak 1948 dan kini dikelola generasi ketiga keluarga pendirinya.
- Warung Angsle dan Ronde Akor, Jalan Pulau Sempu No. 10. Menurut Tugu Malang (2024), buka pukul 16.00 sampai 22.00 dan tutup setiap Kamis.
- Angsle Pak Solikin, kawasan Jalan Zaenal Zakse, Blimbing, yang berjualan sejak 1976.
Kisaran harga semangkuk angsle menurut liputan 2024 sampai 2025 adalah Rp7.000 sampai Rp12.000.
2. Wedang Ronde, Bola Ketan dalam Kuah Jahe
Wedang ronde berisi bola ketan berisi kacang tanah yang disiram kuah jahe hangat. Asalnya bukan dari Malang, tetapi ronde sudah puluhan tahun menjadi pasangan angsle di warung minuman khas Malang.
Ronde Titoni menjadi alamat paling terkenal. Nama "Titoni" diambil dari toko jam Titoni di kawasan Pecinan, tempat pendirinya dulu berjualan dengan pikulan sebelum menetap di Jalan Zainul Arifin. Selain ronde, warung ini juga menjual kacang kuah dan cakwe sebagai teman minum.
Kalau Titoni penuh, Ronde Pak Solikin bisa menjadi pilihan. Tugu Malang mencatat harga ronde di sana mulai Rp8.000 per porsi pada 2024.
3. STMJ, Susu Telur Madu Jahe untuk Malam Dingin
STMJ adalah singkatan dari susu, telur, madu, dan jahe, empat bahan yang diseduh bersama menjadi minuman hangat yang kental. Warga Malang biasa meminumnya saat udara malam sedang dingin atau badan terasa kurang fit.
Alamat paling legendaris adalah STMJ Pak Sentot di Jalan Bareng Kulon Gang 6, Klojen, yang berjualan sejak awal 1970-an. Kompas (2023) mencatat warung ini buka sampai pukul 22.00 dengan harga menu Rp4.000 sampai Rp24.000. Selain STMJ klasik, tersedia susu jahe, susu panas manis, dan wedang jahe untuk yang tidak suka rasa telur.
Warung ini berada di dalam gang, jadi lebih praktis turun di mulut gang lalu berjalan kaki.
4. Tahwa, Kembang Tahu Berkuah Jahe
Tahwa adalah puding kembang tahu yang lembut, disajikan dengan kuah jahe manis. Sebagian penjual menambahkan santan. Minuman ini berakar dari kuliner Tionghoa.
Tahwa Mas Agus di Jalan Aries Munandar No. 20, Kidul Dalem, menjadi alamat yang paling sering disebut. Menurut kumparan (2024), warung ini berdiri sejak 1998, buka setiap hari pukul 09.30 sampai 20.00, dengan harga tahwa Rp8.000 dan tahwa ronde Rp12.000.
Tahwa cocok untuk Anda yang ingin minuman hangat yang lebih ringan daripada STMJ.
5. Es Tawon Kidul Dalem, Es Campur Sejak 1955
Es Tawon adalah es campur berisi cincau hitam, tape singkong, kacang hijau, dan dawet, disiram air gula dan sirup merah. Depotnya berdiri sejak 1955 di Jalan Zainul Arifin, kawasan Kidul Dalem. Sampai kini Es Tawon masih jadi minuman khas Malang favorit untuk siang yang panas.
Nama "tawon" punya cerita sendiri. Dulu di dekat tempat berjualan ada pohon asam dengan sarang tawon besar, dan tawon sering datang karena tertarik pada sirup tebu. Pohonnya sudah lama ditebang, tetapi namanya bertahan sampai sekarang.
Berbeda dengan warung ronde, Es Tawon justru buka pagi dan tutup sore, sekitar pukul 08.00 sampai 15.00. Suara Malang mencatat harga menu Rp1.000 sampai Rp8.000 pada 2024.
6. Es Krim Toko Oen, Resep Zaman Belanda
Toko Oen di Jalan Jenderal Basuki Rahmat, kawasan Kayutangan, adalah restoran bergaya kolonial yang sudah berdiri sejak era 1930-an. Menu andalannya es krim yang menurut detikJatim (2025) masih dibuat dengan resep turun-temurun, dengan rasa vanila, cokelat, moka, dan tutti frutti.
Yang Anda beli di sini sebenarnya suasananya. Interior kayu, lampu gantung lama, dan fasad bergaya Art Deco membuat Toko Oen lebih cocok untuk duduk santai daripada sekadar mampir membeli es.
Lokasinya di koridor Kayutangan Heritage, jadi mudah digabung dengan jalan kaki sore di sana.
7. Susu Segar KUD Ganesha, Batu
Depot Susu KUD Ganesha di Komplek GOR Ganesha, Jalan Kartini No. 1, Kota Batu, menjual susu sapi segar, baik murni maupun aneka rasa. Menurut detikJatim (Juli 2026), depot ini buka setiap hari pukul 08.00 sampai 21.00.
Letaknya tidak jauh dari Alun-Alun Batu, sehingga praktis dijadikan tempat singgah. Susu hangatnya terasa pas di malam hari, apalagi detikJatim mencatat suhu Kota Batu sempat menyentuh 13 derajat Celsius pada Juli 2026.
Rute Mencicipi Minuman Khas Malang dalam Sehari
Kabar baiknya, tiga warung di atas berkumpul di satu kawasan. Ronde Titoni, Es Tawon Kidul Dalem, dan Tahwa Mas Agus sama-sama berada di sekitar Jalan Zainul Arifin dan Kidul Dalem, dekat Alun-Alun Kota Malang. Toko Oen di Kayutangan juga tidak jauh dari sana.
Kuncinya ada di jam buka yang saling berlawanan. Contoh urutan yang realistis dalam satu hari:
- Siang, Es Tawon Kidul Dalem. Datang sebelum pukul 15.00 karena depot tutup sore.
- Sore, Toko Oen. Es krim sambil menunggu udara lebih sejuk.
- Menjelang malam, Tahwa Mas Agus. Masih buka sampai pukul 20.00.
- Malam, Ronde Titoni atau STMJ Pak Sentot. Keduanya paling ramai setelah gelap.
Kawasan sekitar Pasar Besar dan Kidul Dalem padat, dan tempat parkir di depan warung terbatas. Untuk keluarga kecil, sewa mobil dengan sopir paling praktis karena sopir bisa menurunkan Anda di depan warung lalu menunggu di tempat yang lebih lega.
Kalau pesertanya belasan orang, misalnya arisan keluarga besar atau teman kantor, pilih satu sewa Hiace Malang yang memuat 12 sampai 15 penumpang daripada membawa beberapa mobil. Rombongan tetap bersama dari warung ke warung, dan tidak ada yang tertinggal saat pindah lokasi.
Mau Wisata Kuliner Malang Tanpa Ribet Cari Parkir?
Kirim daftar tempat yang ingin Anda datangi, kami bantu susun urutan rute sesuai jam buka warung sekaligus siapkan mobil dan sopirnya.
Chat Admin di WhatsAppKesimpulan
Minuman khas Malang paling enak dinikmati di warung yang sudah puluhan tahun berjualan, dan kebanyakan letaknya berdekatan di sekitar Alun-Alun Kota Malang. Ada tiga hal yang perlu Anda ingat sebelum berangkat.
Pertama, angsle adalah minuman yang paling mewakili Malang, dan Ronde Titoni menjual angsle sekaligus ronde. Kedua, perhatikan jam buka, karena Es Tawon tutup sore sementara warung ronde dan STMJ baru ramai malam. Ketiga, parkir di kawasan Kidul Dalem terbatas, jadi rencanakan titik turun sejak awal.
Kalau ingin menggabungkan wisata minuman khas Malang ini dengan destinasi lain di Malang dan Batu, lihat pilihan paket wisata Malang yang bisa disesuaikan dengan jadwal Anda.




